July 5, 2020

147 orang di jakarta dinyatakan negatif corona

Sebanyak 147 orang di Jakarta dipantau dan dimonitor untuk gejala virus korona atau kontraksi COVID-19. Rinciannya, 115 orang dalam pengawasan dan 32 orang di bawah pengawasan. Gaya hidup sehathttps://www.ilovesaude.com

Kepala divisi pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Departemen Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan data kumulatif hingga 28 Februari 2020.

Orang-orang dalam keadaan pemantauan dan pengawasan kemudian menjalani tes laboratorium di Departemen Kesehatan Litbangkes. Hasilnya, mereka dinyatakan tidak terinfeksi virus korona. “Semua hasil laboratorium negatif untuk mahkota,” kata Dwi saat dihubungi, Minggu (3/1/2020).

Dwi menjelaskan bahwa 147 orang dimonitor dan dipantau karena mereka menunjukkan gejala awal kontraksi COVID-19 dan melakukan perjalanan ke negara yang terkena penyakit tersebut.

115 orang yang dipantau adalah orang-orang yang memiliki gejala ringan, seperti flu, batuk dan demam, dan memiliki riwayat bepergian ke negara yang terinfeksi.

Pemantauan dilakukan dengan rawat inap atau isolasi di rumah. Pemantauan dilakukan selama 14 hari atau sampai gejalanya pulih. “Jika orang yang gejalanya lebih parah dalam arti ada gambaran peradangan di paru-paru, inilah yang disebut orang pengawasan,” kata Dwi.

Pengawasan, lanjut Dwi, dilakukan dengan perawatan rumah sakit di rumah sakit rujukan. Setelah diawasi dan diserahkan ke ujian laboratorium, mereka dinyatakan tidak terinfeksi oleh mahkota. Sejauh ini, Dwi mengatakan bahwa belum ada yang menyewa mahkota di Jakarta. “Pengawasan sebenarnya tentang orang-orang yang sakit di rumah sakit rujukan. Tetapi yang harus menjadi poin utama adalah bahwa semua hasil laboratorium negatif oleh mahkota,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *