June 2, 2020

Ahli di RI Membuat Alat Untuk Menghancurkan Virus Corona

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), menciptakan alat untuk menghancurkan virus SARS-Cov-2 yang disebut Sterilisasi Udara. Gaya hidup sehat

Menurut peneliti di LIPI Institute for Instrumentasi Development, Anto Tri Sugiarto, perangkat akan ditempatkan di ruang desinfeksi seluler atau di toko disinfeksi virus.

Anto dan Asisten Ahli ITB di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Eko Charnius Ilman tidak menggunakan bahan kimia untuk menghasilkan sterilisasi di udara, tetapi dengan air dari gelembung nano-ozon (ONBW).

“Kami mengembangkan ruang desinfektan yang tidak menggunakan bahan kimia, tetapi air dengan gelembung ozon nano. Nantinya, perangkat ini akan mengeluarkan uap sehingga kami dapat beroperasi secara langsung di dalam ruangan,” kata Anto saat konferensi video yang dipimpin oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Kamis (26/3).

Selain itu, kata Anto, alasan mereka menggunakan air dengan gelembung ozon adalah karena dianggap efektif dalam membunuh bakteri dan virus.

Berdasarkan penelitian oleh LIPI, ITB dan Unpad, air dengan gelembung ozon sebenarnya membunuh bakteri lebih cepat. Sementara itu, ozon membutuhkan waktu 30 detik untuk membunuh virus.

Eko juga mengatakan bahwa saat ini ruang sterilisasi atau tenda masih berbentuk seperti ruangan kecil dengan pintu, dan oleh karena itu menyarankan agar tenda dirancang lebih baik karena koridor panjang dianggap lebih efektif.

“Saya melihat bahwa masih banyak orang yang menggunakan tenda dan ada pintu yang membuatnya sangat sulit. Dengan perangkat udara ini, kita dapat melakukannya sebagai koridor dengan uap yang cukup untuk dilewati orang,” katanya.

Sementara itu, Dr. Keri Lestari, dari Fakultas Farmasi Unpad, juga menjelaskan secara singkat alasan memilih ozon karena dianggap relatif lebih aman. Selain ozon, alat sterilisasi juga bisa menggunakan klorin.

“Untuk ozon, itu relatif lebih aman, tetapi ada juga ozon, yaitu klorin. Karena klorin biasa digunakan di kolam renang dan tidak ada masalah kulit,” katanya singkat.

Sebelumnya, pemerintah kota Surabaya telah menerapkan tenda sterilisasi atau gubuk melalui Departemen Perumahan Umum dan Area Pemukiman, Cipta Karya dan Perencanaan Ruang Angkasa (DPRKP-CKTR).

Stand sterilisasi dilakukan secara independen dan ditempatkan di beberapa tempat umum, seperti kantor layanan publik yang tersebar di Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *