September 29, 2020

Amfetamin Yang Ada dalam Urine Yodi Prabowo Masih Menjadi Sebuah Misteri, Mari Kita Simak

KEPUTUSAN Editor video Metro TV Yodi Prabowo dilaporkan terkait dengan amfetamin, bahan kimia yang biasa ditemukan dalam narkotika ekstasi, untuk mengakhiri hidupnya. Polisi secara resmi menyimpulkan bahwa Yodi meninggal karena bunuh diri, menikam pisau di dada dan leher. Berita hari ini

Dalam mengungkap kasus yang dilakukan di Mapolda Metro Jaya Sabtu lalu (25/7), spesialis forensik Tingkat I R Said Sukanto atau Polisi RS Kramatjati mengatakan mereka menemukan bahwa air seni Yodi mengandung amfetamin positif.

Direktur Komisi Investigasi Kriminal Kepolisian Jakarta, Kombes Tubagus Ade Hidayat, mengatakan bahwa menurut tinjauan ahli, amfetamin memiliki efek meningkatkan keberanian luar biasa. Ini memungkinkan Yodi menusuk pisau empat kali dan juga memotong lehernya. Berita politik

Namun, sejauh ini, belum ada yang bisa memberikan informasi tentang asal obat yang mengandung amfetamin. Tubagus mengatakan orientasi penyelidikan dalam kasus ini adalah untuk menjawab mengapa Yodi meninggal. Berita Terkini

Read More: Dikatakan “Hanya Mementingkan Ekonomi” Istana Bantah Tudingan

“Saya belum berada di bidang amfetamin. Di mana Direktorat Narkotika akan bekerja,” kata Tubagus di markas polisi Metro Jaya, Senin (27/7).

Media Indonesia menghubungi direktur detektif narkotika PMJ Kombes Mukti Juharsa untuk bertanya tentang penyelidikan lebih lanjut amfetamin dalam urin Yodi. Namun ketika dihubungi, Mukti menolak berkomentar dan mengarahkan kepala humas PMJ Yusri Yunus dari Kombes. Ketika dihubungi, Yusri bertanya bagaimana cara mengeksplorasi masalah ini, sementara Yodi telah meninggal. Vitamin dan Suplemen

“Jangan terjebak, orang itu mati. Amfetaminnya positif. Penting untuk diketahui bahwa dia positif. Kita tidak lagi mengejar pengguna, dia sekarang sudah mati,” kata Yusri.

Ketika dihubungi lebih lanjut, Arif juga mengatakan dia tidak tahu jenis obat yang mengandung amfetamin yang dikonsumsi oleh Yodi.

“Aku tidak tahu dari mana amfetamin itu berasal,” kata Arif.

Dalam wawancara lebih lanjut oleh Metro TV setelah kasus itu terungkap, Arif mengatakan bahwa Yodi secara teoritis minum obat yang mengandung amfetamin hingga tiga hari sebelum dia meninggal.

“Paling banyak tiga hari sebelum dia meninggal, tetapi bahkan sehari sebelumnya, atau beberapa jam sebelumnya, bisa jadi,” kata Arif. (OL-6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *