July 6, 2020

Anies mengakui Pompa Jakarta Tidak Mampu untuk menghadapi Cuaca Ekstrem

Gubernur DKI di Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa pompa air di Jakarta tidak dapat mengatasi kondisi cuaca ekstrem. Hal itu diungkapkan oleh Anies setelah serangkaian bom yang konon tidak mampu menahan aliran air. Gaya hidup sehat

“Tentu saja, dengan curah hujan yang ekstrim, kemampuan pompa untuk mengeringkan dibandingkan dengan hujan benar-benar tidak seimbang, jadi itu adalah fakta kehidupan,” kata Anies di Kampung Makassar, Jakarta pada hari Minggu.

Tetapi Anies tidak banyak bicara tentang masalahnya. Dia hanya menyatakan bahwa DKI bekerja sekuat mungkin untuk menyedot air banjir menggunakan pompa yang ada, salah satunya adalah penggunaan alternatif pompa.

“Kami sekarang selesai secepat mungkin dan kami lakukan dengan kapasitas yang tersedia sehingga pompa tidak akan gagal di jalan karena perubahan ini,” jelas Anis.

“Perhatikan, misalnya, bahwa 10 pompa dipasang secara bersamaan, hanya 7 dan 3 yang terhubung dan sisanya akan diganti secara eksklusif untuk mencegah kegagalan pompa,” lanjut Anies.

Di lokasi yang sama, Anies menanggapi ramalan cuaca ekstrem oleh Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG) hanya dengan menyiapkan pompa air. Sebelumnya, BMKG telah memperkirakan bahwa cuaca ekstrem akan terjadi minggu depan. “Sama seperti kemarin, ketika hujan turun deras pada 31 Desember dan 1 Januari, semua rumah bom bekerja. Semuanya dilakukan,” jelas Anies.

Menurut Anies, pompa air memainkan peran paling penting dalam membanjiri kelangsungan hidup Jakarta. Konon, Anies telah terbukti di sekitar 85% wilayah ibukota, yang telah dinyatakan bebas banjir. Menurutnya, hingga 85% wilayah Jakarta tidak banjir karena memiliki pompa yang berfungsi dengan baik.

“Ada 15% yang terpengaruh dan 15% di bawah 1%, yang ketinggian airnya lebih dari 1,5 meter. Itu berarti, dalam hal sistem, ketersediaan kami Alhamdulillah. Besok kita akan lebih waspada, terutama di tempat dengan risiko ekstra, “jelasnya.

Hingga saat ini, Jakarta memiliki 478 bom di 176 lokasi. Dari jumlah ini, ada sekitar 122 bom bergerak dan menyatakan bahwa semua Anies dalam kondisi sangat baik.

Pompa ini disebut Anies digunakan di daerah kering karena banjir. Salah satu tempat yang dicontohkan Anies adalah Kemang, yang sering turun hujan tetapi tidak banjir karena adanya bom.

“Karena pompa seluler kami bekerja di Kemang Raya dan terus meningkatkan kruk dengan cepat, karena dijamin akan terjadi di 85% Jakarta, di mana semua hujan terjadi di tempat-tempat ini, kami berhasil,” katanya. Anies.

“Meskipun tempat-tempat dengan curah hujan ekstrim seperti di sini (Kampung Makassar) antara pelepasan bom dan curah hujan tidak seimbang, Insya Allah, kita akan melihat semua lokasi berisiko tinggi,” simpul Anies.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *