October 31, 2020

Cara Evakuasi di tengah pandemi covid saat berpotensi tsunami 20 Meter

Institut Teknologi Bandung (ITB) baru-baru ini menerbitkan survei yang menggambarkan potensi tsunami 20 meter di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan pedoman evakuasi sebagai antisipasi terhadap ancaman tsunami.

Pedoman evakuasi tersebut juga telah disesuaikan dengan situasi di Indonesia yang sedang menghadapi pandemi virus corona. Pasalnya, evakuasi bencana alam pada umumnya cenderung mendorong orang ke ruang terbatas. Namun, untuk mencegah penyebaran virus corona, jarak fisik harus ditempuh. Berita hari ini

“Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri ketika mengungsi dalam kondisi COVID-19, dimana masyarakat harus menjaga jarak (jarak fisik),” tulis BMKG di situs resminya, Selasa (29/9). “Kemacetan saat berada di lokasi pengungsian bisa mengubah lokasi itu menjadi pusat penularan virus corona.”

“Saat melakukan evakuasi mandiri, sedapat mungkin masyarakat memperhatikan jarak fisik,” lanjut BMKG. “Mereka memakai topeng dan harus mengikuti kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di daerahnya masing-masing (khusus untuk daerah yang melaksanakan PSBB).

Berikut panduan persiapan menghadapi kemungkinan tsunami di tengah pandemi virus corona:

1 Tinjauan lokasi rumah sakit

Kaji apakah rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 berada di wilayah yang terendam tsunami atau tidak. Jika demikian, pertimbangkan untuk pindah ke rumah sakit lain yang tahan gempa dan jauh dari kemungkinan tenggelamnya tsunami. Berita politik

2 Konfigurasi TES dan TEA

Kemampuan TES dan TEA yang telah ditentukan harus ditinjau ulang agar masyarakat dapat terus menerapkan keterpencilan tersebut. Jika perlu, perbanyak TES dan TEA dan lakukan desinfeksi rutin sebelum bencana terjadi.

TES dan TEA yang ditambahkan harus berada di kawasan yang terlindung dari ancaman tsunami dan dapat memanfaatkan lokasi yang kosong akibat COVID-19. Ini termasuk sekolah, tempat tinggal siswa yang saat ini tutup, kantor tempat karyawan bekerja dari rumah, pensiun pemerintah yang kosong, hotel yang kosong karena tidak ada turis, dll. Berita Terkini

Selain itu, BPBD dan pemerintah daerah, serta masyarakat harus menyiapkan tempat evakuasi. Tempat evakuasi atau evakuasi ini juga harus menyediakan fasilitas kebersihan, seperti air bersih, alat cuci tangan, sabun dan / atau hand sanitizer.

Read More: Viral Cafe Di Bekasi Yang Ramai Dan Tidak Mengikuti Protokol Covid Sedang Dalam Pengecekan Polisi

3 Sarana, prasarana dan protokol untuk pekerja sosial

BPBD bersama pemerintah daerah dan masyarakat harus menyiapkan sarana, prasarana dan protokoler agar pekerja sosial yang akan memberikan bantuan evakuasi (sebanyak mungkin relawan dari masyarakat) tetap terlindungi. Untuk melakukan ini, berikan salinan cadangan dari alat pelindung diri yang digunakan untuk membantu evakuasi dan termometer sebagai bagian dari kotak P3K. Vitamin dan Suplemen

4 Rencana evakuasi dan protokol kesehatan

BPBD perlu menyiapkan rencana evakuasi dan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 bagi masyarakat. Masyarakat umum harus menjaga jarak secara fisik, memakai masker dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar selama evakuasi.

Oleh karena itu, BPBD diminta untuk terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya protokol kesehatan di tengah bencana sebelum tsunami terjadi. Sedangkan untuk pemakaian masker tidak perlu menggunakan masker kesehatan, bisa menggunakan masker kain yang sudah anda buat sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *