July 30, 2021

Handle Corona di Jakarta, Inilah Tudingan Ali dan kerja Anies

Desakan turun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang dari Ketua Dewan Pimpinan Partai Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis. Dia menekankan bahwa pernyataan ini adalah pendapat pribadinya. Berita politik

“Anies sudah menyerah melawan Covid-19? Kalau begitu, lebih baik mundur sebagai gubernur,” kata Ali beberapa waktu lalu.

Permintaan Ali menanggapi rencana Anies yang meminta pemerintah pusat mengambil alih pengelolaan Covid-19 di Jabodetabek. Ia menduga mantan rektor Universitas Paramadina itu tak mampu mengendalikan pandemi di wilayahnya.

Ceramah Ali menyebabkan perdebatan di sisi batin Gerindra. Hal itu tak lepas dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang merupakan Ketua Umum DPD Gerindra Jakarta. Berita hari ini

Selain teguran yang diterima Ali, DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Pada Selasa (26/01), DKI menempati urutan kedua dengan kasus positif COVID-19 terbanyak, mencapai 2.314 kasus.

Akumulasi kasus positif di DKI mencapai 254.580 kasus, dimana 23.462 kasus masif aktif, 227.010 kasus sembuh dan 4.108 kasus meninggal dunia.

Read More: BMKG Mengungkapkan Skenario Cuaca Terburuknya Akibat Fenomena Iklim yang sering terjadi

Mengutip corona, persentase kasus positif dalam seminggu di DKI sebesar 15,5 persen, masih di bawah angka nasional yang mencapai 28,3 persen. Berita Terkini

Angka kematian di DKI juga lebih rendah, yakni 1,6 persen dibandingkan dengan angka nasional yang mencapai 2,8 persen. Sedangkan tingkat pemulihan di DKI mencapai 89,2%, lebih tinggi dari tingkat nasional yang sebesar 81%.

Epidemiolog Hermawan Saputra, dari Universitas Indonesia (UI), mengakui DKI Jakarta merupakan penyumbang terbesar pengujian polymerase chain reaction (PCR) di Indonesia. Vitamin dan Suplemen

Pekan lalu, 135.119 orang diperiksa di DKI. Ini beberapa kali lebih banyak dari standar WHO, yang menyediakan setidaknya 10.645 orang untuk diperiksa di kota.

“Karena itu, di antara provinsi lainnya, DKI paling baik untuk tes, skrining, dan pengobatan,” kata Hermawan kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Rabu (27/1).

Namun, menurut Hermawan, upaya tersebut masih kurang. Ia menilai, DKI masih jauh dari sukses menangani kasus Covid-19. Secara epidemiologi, suatu KLB dapat dianggap terkendali jika persentase laju penularan dapat dikendalikan dan menurun selama 14 hari berturut-turut.

Namun, kata Hermawan, kondisi tersebut pernah terjadi di Jakarta. Grafik harian kasus sejak Maret 2021 masih berfluktuasi, bahkan meningkat drastis selama Januari 2021. Ia mengatakan, transisi dari kendala sosial skala besar (PSBB) tidak berpengaruh signifikan.

Menurut Hermawan, penguatan kesehatan masyarakat di tingkat masyarakat masih rendah. Ia menilai perlu penguatan sosialisasi dan kampanye pencegahan Covid-19 di kelurahan dan RT / RW.

“Begitu kami menyiapkan fasilitas perawatan, kami tidak akan bisa menjaga kecepatan transmisi. Kenyataannya, semua rumah sakit rujukan yang ambisius sudah penuh, ”ujarnya.

Hermawan mengatakan, penanganan pandemi juga tidak akan efektif jika dimaksimalkan hanya di beberapa daerah. Untuk itu, kata dia, pemerintah pusat memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan upaya penanggulangan wabah dilakukan secara seragam.

Saat ini, tingkat hunian rumah sakit rujukan Covid-19 di ibu kota masih tinggi. Diketahui ada sekitar 23.462 orang yang membutuhkan pengobatan atau isolasi mandiri.

Berdasarkan data okupasi ranjang isolasi dan ICU di Jakarta yang tersedia melalui akun Instagram Pemprov DKI Jakarta, hingga Minggu (24/1), terpantau persentase penggunaan ranjang isolasi di 101 rumah sakit rujukan mencapai 86 persen dari 8.055 tempat tidur.

Sedangkan persentase tempat tidur ICU yang digunakan mencapai 86 persen dari total 1.097 tempat tidur. Namun, sekitar 24 hingga 30 persen pasien yang dirawat adalah warga di luar DKI. Pemprov juga berencana menambah jumlah rumah sakit rujukan Covid-19.

Selain mengisi rumah sakit, kuburan jenazah yang terkubur dalam prosedur Covid-19 terus menyusut. TPU khusus yang disediakan Pemprov DKI Jakarta tidak bisa menampung jenazah yang masuk dan keluar. Pemprov DKI juga menambahkan TPU khusus Covid-19.

Total luas lahan yang disiapkan mencapai 3,3 hektare. Diperkirakan seluruh situs akan menampung 8.800 jenazah ketika selesai dibangun. Pemakaman tersebut berada di Srengseng Sawah, Dusun, Semper, Joglo dan Bambu Wulung.

Untuk menekan laju penyebaran virus corona, Anies juga memberlakukan transisi dari pembatasan sosial skala besar (PSBB) hingga 8 Februari. Ia tak berani mengadopsi kebijakan PSBB yang ketat seperti awal pandemi Covid-19 atau pertengahan September 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *