November 30, 2020

Jangan Lagi Ada Demokrasi Jalanan, Inilah peringatan JK terhadap fenomena Habib Rizieq

Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, melihat fenomena penyambutan Imam Besar Habib Rizieq Syihab dari FPI yang dielu-elukan oleh ribuan pendukungnya sebagai cerminan absennya seorang tokoh. Berita hari ini

JK mengatakan fenomena ini menunjukkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap legislatif dan partai politik. Terutama untuk partai politik berideologi Islam.

“Ada proses yang perlu dibenahi dalam sistem demokrasi kita. Mengapa ratusan ribu rakyat tidak percaya kepada DPR untuk angkat bicara? Bukankah mereka mempercayai partai-partai Islam untuk mewakili rakyat? Kenapa rakyat memilih Habib Rizieq untuk ungkapkan aspirasinya? ”kata JK dalam webinar yang digelar PKS, dikutip YouTube PKS TV, Sabtu (21/11).

Menurutnya, kejadian ini harus diintrospeksi dan dievaluasi karena mengindikasikan gagalnya demokrasi. JK mengingatkan kita jangan sampai kondisi ini mengembalikan Indonesia ke era demokrasi jalanan, ketika mereka tidak lagi percaya pada negara dan memutuskan untuk berjuang melalui demonstrasi. Berita politik

Ia juga berharap sistem demokrasi Indonesia yang berjalan dengan baik tidak lagi menjadi demokrasi jalanan.
Presiden Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla saat dimulainya penggalangan dana seribu masker untuk Indonesia di Markas PMI, Jakarta pada Selasa (25/2).

Read More: Agar menghindari kerumunan Anies mengarahkan agar Tolak Penggunaan Monas untuk Reuni 212

“Proses (demokrasi) harus diperbaiki hari ini. Kita seharusnya tidak lagi kembali ke jalan demokrasi, jadi partisipasi masyarakat mendukung apapun yang mereka pilih, ”kata JK. Berita Terkini

“Ini bisa kembali jika perwakilan terpilih tidak memperhatikan aspirasi ini. Karena kemungkinan terpilih tidak langsung di TPS, dia bukan orang yang tepat karena tidak punya kelebihan materi untuk itu, ”imbuhnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan negara. Dimulai dengan terhambatnya pembangunan ekonomi untuk pembangunan.

“Aspirasi ini harus agar para pemimpin mengetahui masalah yang muncul. Oleh karena itu kita telah membuka celah pada kekosongan dan kita mengisinya lagi dengan jalan demokrasi, (ini) akan menimbulkan masalah baru dan merugikan pelaku ekonomi dan pembangunan, ”ujarnya. Vitamin dan Suplemen

“Bagaimana prosesnya bisa lancar dan mewakili suara rakyat, sehingga tidak ada lagi jalan demokrasi jika melihat nuansa akhir-akhir ini,” pungkas JK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *