July 5, 2020

Karena menjual Masker dengan Harga Tinggi, Apotek Kimia Farma Diadukan ke Ombudsman

Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) dari Sumatera Barat (Sumatra Barat) menerima laporan publik terkait dugaan penjualan topeng mahal oleh salah satu apotek negara, Apotek Kimia Farma di kota Padang. Gaya hidup sehat

“Laporan itu tiba pagi ini dari publik. (Yang dilaporkan adalah) Farmasi Kimia Farma di daerah Jati, di jalan Perintis Kemerdekaan,” kata Kepala Bagian Penerimaan dan Verifikasi untuk Ombudsman Indonesia, Perwakilan Sumatera Barat, Yunesa Rahman, saat dihubungi oleh Covesia – networkSuara.com, Rabu (3/4/2020).

Menurut dia, harga masker yang dijual oleh perusahaan farmasi negara mencapai R $ 250 ribu. Warga setempat juga mengeluhkan tingginya harga masker setelah dua warga negara Indonesia yang kini terinfeksi virus Corona COVID-19.

“Topeng diminta membayar R $ 250.000 (per kotak). Tetapi pada tanda terima, itu hanya biaya R $ 200.000. Orang-orang keberatan karena Kimia Farma adalah MANUSIA. Harga umumnya R $ 25.000 – Rp. 30.000”, katanya.

Secara terpisah, asisten Ombudsman Sumatera Barat, Adel Wahidi, menjelaskan bahwa ia sedang mempelajari kenaikan harga topeng yang terjadi di kota Padang. Menurut Ombudsman, kenaikan harga topeng itu murni peningkatan permintaan publik.

“Kami sedang mempelajari, tidak ada tanda-tanda akumulasi, retensi produksi, sehingga harga naik,” katanya ketika diwawancarai oleh Covesia melalui WhatAspp.

Adapun laporan publik tentang keberadaan pengecer farmasi negara yang juga berpartisipasi dalam kenaikan harga masker, kata Adel, ada tuduhan bahwa apotek memanfaatkan peluang tertentu untuk mendapat untung.

“Saya tidak berpikir perusahaan publik menghasilkan keuntungan seperti itu. Saat ini, mereka seharusnya membantu. Menjual pengecer secara teratur untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau domestik,” katanya.

Sementara itu, Yunesa mengatakan bahwa, setelah laporan masyarakat, Ombudsman akan meminta klarifikasi dari PT Kimia Farma, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan BPOM Provinsi Sumatera Barat.

“Kami langsung tumbang. Karena itu, informasi sementara. Untuk pengembangan, kami akan informasikan nanti,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *