February 18, 2020

Megawati Gantung Diri Di Depan Bayi mengalami depresi setelah melahirkan

cara mengatasi depresi
cara mengatasi depresi

Megawati, seorang ibu muda berusia 20 tahun, gantung diri di depan bayinya sendiri. Rupanya, tindakan nekatnya dilakukan karena konflik internal yang dia hadapi. Bagaimana kronologi kasus ini? Gaya hidup sehat

Megawati gantung diri

Suami korban, Riswan, mengatakan istrinya masih meminta maaf ketika dia mengirim pesan di WhatsApp. Tanpa diduga, permintaan maaf yang berulang ini adalah tanda bahwa istrinya akan bunuh diri.

Dalam pesannya, Megawati meminta Riswan untuk lebih sering mendengarkan istrinya dan memperhatikan anak-anaknya. Riswan dikenal sangat sibuk di tempat kerja, jadi dia jarang pulang. Bahkan, Megawati berulang kali meminta Riswan untuk tinggal di rumah sebentar sehingga dia dan putranya punya waktu.

Saudari korban, Asrianto, mengatakan beberapa surat kabar ditemukan di lemari Megawati. Catatan-catatan ini menunjukkan pencurahan dan semua masalah yang dialami Megawati. Asrianto, yang tidak menerima kematian adik laki-lakinya, juga melaporkan Riswan ke polisi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan

Depresi bisa dialami setelah melahirkan

Memiliki bayi seperti menerima hadiah Anda sendiri. Ada kebahagiaan yang terpancar ketika kita memiliki anak. Sayangnya, ada banyak orang tua, suami dan istri, yang menderita depresi setelah melahirkan bayi. Di dunia medis, ini dikenal sebagai depresi pascanatal.

Banyak orang sulit membedakan depresi pascanatal dari sindrom baby blues. Sindrom blues bayi dapat menyebabkan ibu mengalami gangguan mood, kelelahan, mudah menangis atau cemas dalam beberapa minggu pertama setelah kelahiran dan dapat menghilang dengan sendirinya sementara keluarga mendukungnya. Sementara itu, depresi pascanatal harus benar-benar ditangani dengan bantuan medis, karena efeknya bisa jauh lebih buruk dan berkepanjangan.

Pakar kesehatan menganggap depresi pascanatal rentan menyerang ibu baru. Di Inggris, misalnya, sekitar 1 dari 8 ibu baru meminta bantuan dari dokter, karena mereka mengalaminya. Masalahnya adalah banyak ibu tidak menyadari bahwa mereka mengalami depresi.

Ibu yang menghadapi konflik keluarga, masalah ekonomi dan masalah lain cenderung lebih mungkin mengalami masalah mental ini.

Beberapa gejala depresi pasca persalinan

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa depresi pascamelahirkan dapat menyebabkan gejala dalam bentuk kesedihan yang berkepanjangan, tubuh yang merasa tidak berdaya, yang tidak lagi menikmati hidup atau memiliki harapan baik untuk masa depan, meskipun memiliki bayi yang lucu dan menggemaskan, perasaan bersalah, menangis dengan mudah dan gelisah. dan hilangnya nafsu makan secara drastis. Ini bisa dialami setiap hari.

Depresi pascapersalinan biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama ketika Anda mulai memiliki bayi. Padahal, lima minggu setelah melahirkan, ini bisa terjadi. Padahal, jika ibu mengalami depresi selama kehamilan, dampaknya bisa dirasakan.

Beberapa pemicu depresi pasca persalinan

Pakar kesehatan mengatakan ada beberapa penyebab depresi pascapersalinan yang harus diperhitungkan.

Berikut ini adalah penyebabnya.

  • Anda pernah memiliki riwayat depresi atau masalah mental sebelumnya.
  • Pasangan atau keluarga kurang mendukung, baik dalam hal perawatan bayi dan kegiatan rumah tangga lainnya.
  • Memiliki masalah hubungan dengan pasangan, masalah keuangan atau masalah pekerjaan yang membuat Anda merasa cemas atau cemas.
  • Memiliki masalah saat melahirkan atau dalam kondisi kesehatan fisik.
  • Kondisi bayi tidak baik, ia lahir prematur, sakit atau cacat.
  • Memiliki masalah menyusui
  • Mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan atau memicu trauma lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *