August 4, 2020

Minyak yang sangat banyak di serap didalam gorengan , mari simak

Siapa yang tidak suka makan gorengan? Meskipun telah lama dikenal sebagai makanan tidak sehat, kita belum menahan godaan untuk memakannya sebagai lauk atau camilan. Masalahnya adalah bahwa jika kita sering makan, risiko mengembangkan beberapa masalah kesehatan akan meningkat. Gaya hidup sehat

  • Minyak yang diserap dengan cara digoreng.

Jika dicermati, ada beberapa jenis gorengan yang memiliki tekstur yang cenderung kering atau renyah, tetapi beberapa gorengan yang kita makan cenderung lembab karena memiliki kandungan minyak yang cukup. Faktanya, keberadaan minyak ini bisa memiliki sensasi makanan gorengan yang nikmat, tetapi mengkonsumsinya terlalu sering dapat menambah berat badan atau menyebabkan penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, stroke, diabetes dan lainnya.

Ini disebabkan oleh kandungan lemak jenuh dalam minyak yang diserap. Faktanya, sudah diketahui bahwa lemak jenuh adalah sumber dari beberapa penyakit berbahaya.

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa minyak yang diserap dalam makanan yang digoreng bisa mencapai 8 atau 25% dari total berat makanan yang digoreng. Tingkat kepastian tergantung pada proses penggorengan, seperti berapa lama makanan tersebut digoreng, bentuk dan jenis makanan yang digoreng dan jenis minyak yang digunakan.

Saat digoreng, makanan juga berubah tingkat kalorinya. Satu hal yang pasti, setiap jenis makanan yang digoreng memiliki kadar kalori dan lemak yang tinggi. Inilah yang menyebabkan kebiasaan makan gorengan menambah berat badan atau menyebabkan efek kesehatan lainnya.

Misalnya, jika kita makan sepotong gorengan yang dibeli di pinggir jalan dan biasanya diolah dengan minyak yang tidak sehat, ada 250 hingga 400 kalori. Jumlah ini hampir setara dengan dua atau tiga porsi nasi putih. Ini berarti bahwa jika kita makan gorengan hingga beberapa potong sekaligus, itu pasti akan menambah asupan kalori dari apa yang dibutuhkan tubuh.

Beberapa hal yang mempengaruhi jumlah minyak yang diserap makanan goreng.
Para ahli kesehatan mengatakan ada tiga faktor yang mempengaruhi jumlah minyak yang diserap makanan goreng. Berikut ini penyebabnya.

  • Kadar air dalam bahan

Jumlah minyak yang diserap makanan dipengaruhi oleh bahan yang digunakan dalam makanan tersebut. Jika kadar air bahan goreng cukup tinggi, akan ada proses penguapan saat makanan diproses. Kadar air yang hilang ini digantikan oleh minyak.

  • Kepadatan bahan goreng

Selain kadar air dari bahan yang digunakan untuk makanan yang digoreng, kepadatan bahan yang digunakan untuk menggoreng juga dapat mempengaruhi jumlah minyak yang diserap saat menggoreng. Secara umum, makanan padat atau tebal cenderung menyerap minyak dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan makanan dengan kepadatan lebih sedikit.

  • Proses penggorengan

Pakar kesehatan menyebut proses penggorengan, apakah lama penggorengan atau suhu minyak yang digunakan dalam penggorengan dapat mempengaruhi jumlah minyak yang diserap. Suhu minyak yang tidak terlalu tinggi cenderung membuat proses menyerap lebih banyak minyak, karena waktu penggorengan akan lebih lama.

Menyadari fakta ini, para ahli kesehatan menyarankan agar kita tidak makan gorengan dengan sembarangan. Jika Anda benar-benar ingin makan, Anda harus melakukannya di rumah alih-alih membelinya di pinggir jalan, karena penjaja makanan gorengan sering menggunakan minyak yang kurang sehat yang telah digunakan berulang kali. Batasi konsumsi sehingga kita tidak mudah mengalami efek kesehatan yang merugikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *