November 29, 2022

PDIP Politician Arteria Dahlan Suggests Dinar Candy to be Taken to a Psychiatrist

Anggota Komisi III (Hukum) DPR RI, Arteria Dahlan, khawatir, sedih, dan kecewa dengan aksi protes artis Dinar Candy yang turun ke jalan berbikini.

Dinar diketahui hanya mengenakan pakaian minim saat melakukan aksi protes tunggal akibat perpanjangan PPKM atau pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat. Aksi tersebut dipimpin oleh Dinar Candy di pinggir jalan. Berita politik

Sebagai seorang publik figur, Dinar Candy berpesan agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak.

Arteria mengakui Indonesia sangat demokratis. Kebebasan berekspresi dan berekspresi dijamin oleh konstitusi. Tapi ada cara yang baik untuk melakukannya, tidak hanya adab dan etis, tetapi juga diatur dengan undang-undang.

Read More: Residents’ Mobility Increases, Continuation of Level 4 PPKM Hasn’t Been Confirmed

“Ada banyak cara lain untuk mengekspresikan diri dan untuk mengungkapkan pendapat, bahkan untuk alasan kritik atau stres, pertanyaannya sekarang adalah apakah memakai bikini di tengah jalan? Di bawah umur,” kata Arteria kepada wartawan, Jumat 6 Agustus. , 2021. Berita hari ini

Arteria merasa apa yang dilakukan Dinar Candy bukan sekadar kritikan, namun diduga ada motif lain di balik aksi bikini pinggir jalan. Politisi PDI-P itu pun mencoba mengikuti pernyataan Dinar yang sedang stres. Arteria meminta pengakuan itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan.

“Jangan dibawa ke kantor polisi. Bawa dia ke psikiater atau psikolog dulu, kalau ketahuan dia tidak seharusnya ditahan polisi, bawa saja yang bersangkutan ke panti sosial untuk rehabilitasi sosial atau psikososial.” Semoga tidak sehari berlalu sebelum orang yang terkena dianggap sembuh dan tidak stres lagi,” jelas Arteria.

Jika tes tidak membuktikan adanya gangguan jiwa, Permen Dinar harus menjalani proses hukum. Permen Dinar dapat dijerat dengan berbagai tingkat hukum, mulai dari UU Pornografi hingga UU ITE. Berita Terkini

“Nah, kalau tidak terbukti adanya gangguan jiwa, saya minta yang bersangkutan diberi sanksi. Gunakan pasal-pasal yang berjenjang, mulai UU Pornografi, UU ITE dan perbuatan cabul atau asusila yang diatur dalam KUHP.” Arteri.

Ia menambahkan: “Semoga menjadi pelajaran untuk masa depan, energi anak bangsa harus difokuskan untuk bersatu menghadapi COVID-19, tidak terdistorsi oleh tindakan sensasional dan sangat tidak pantas di saat seperti ini,” katanya. Vitamin dan Suplemen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *