April 3, 2020

Pemprov DKI cabut kebijakan ganjil genap

Pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk sementara waktu mencabut kebijakan aneh di jalan-jalan ibukota. Keputusan ini diambil setelah pemerintah provinsi Jakarta, DKI, mengadakan pertemuan dengan Forkompimda, khususnya Kepolisian Metro Metro Jaya, tentang pengelolaan Covid-19 di Balai Agung, Minggu (15/3). Gaya hidup sehat

Menurut gubernur provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, pemerintah provinsi Jakarta sejauh ini berkampanye untuk penggunaan angkutan umum massal bagi warga ibukota. Namun, transmisi Covid-19 yang mudah berarti bahwa pemerintah provinsi meminimalkan penyebarannya, yang salah satunya mendukung penggunaan kendaraan dengan potensi transmisi minimal.

“Mengenai lalu lintas dan transportasi, dalam kondisi normal, kami mendorong orang untuk menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi. Saat ini, potensi transmisi pada kendaraan umum cukup tinggi, sehingga kami akan menghapuskan atau sementara menarik kebijakan aneh bahkan sementara di seluruh wilayah Jakarta, sehingga masyarakat dapat memilih moda transportasi dengan transmisi minimal, “kata Gubernur Anies dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).

Kebijakan pencabutan ganjil tidak memiliki batas waktu. Kemudian, ketika penyebaran Covid-19 menghilang, kebijakan aneh juga akan dipulihkan. Pencabutan kebijakan ganjil ganjil akan berlaku mulai Senin (16/3).

“Ini belum diterapkan selama dua minggu atau lebih, tetapi akan dicabut sementara dan akan diterapkan lagi ketika kondisi (manajemen Covid-19) sudah di bawah kendali kami,” kata gubernur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *