August 20, 2022

Sang ayah membunuh anaknya hanya karena dimintai uang study tour

Deli Sulistina (13) ditangkap oleh Budi Rahmat (45), pembunuh seorang siswa SMA Tasikmalaya yang terbunuh dalam pengeringan sekolahnya. Gaya hidup sehat

Delis dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri karena dia marah karena mereka meminta uang untuk biaya perjalanan studi.

Menurut informasi kepolisian setempat, insiden itu bermula ketika korban tiba di tempat kerja ayahnya sepulang sekolah dengan angkutan umum, Kamis (23/1/2020) sore.

Setibanya di tempat kerja penulis, salah satu restoran di Jalan Laswi, di kota Tasikmalaya, korban bertemu ayahnya dan meminta 400 ribu Rupiah untuk tur sekolahnya untuk belajar di Bandung.

Penulis mencoba memberikan uang kepada korban Rp 200.000 dan meminjam Rp 100.000 dari atasannya.

“Karena korban merasa bahwa uang ayahnya hilang, ia dibawa ke rumah kosong dan berkesempatan untuk berkonsultasi dengan penulis. Lokasi rumah kosong dekat dengan tempat kerja penulis dan tempat kejadian kejahatan. “. / 2/2020).

Anom menambahkan bahwa pelaku yang masih dalam kondisi emosional segera mencekik korban.

Setelah diketahui meninggal, penulis mengizinkan jenazah putranya di rumah yang ditinggalkan untuk kembali bekerja sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (23/1/2020) sore.

Setelah bekerja sekitar jam 21.00 WIB, penulis kembali ke TKP untuk menyembunyikan tubuh anak-anak mereka di selokan sekolah mereka di SMPN 6 Tasikmalaya.

“Para penulis bermaksud menyembunyikan mayat anak-anak mereka di selokan sekolah mereka sehingga kematian putra mereka dianggap akibat kecelakaan,” kata Anom.

Penulis, katanya, membawa tubuh putranya di atas sepeda motor sementara tangan korban diikat ke tubuhnya menggunakan gulungan kabel telepon bekas.

Setelah sampai di selokan, penulis menyembunyikan jasad anak-anak mereka tanpa ada yang tahu karena hujan turun sekitar pukul 10.00 WIB.

“Mayat para korban didorong untuk dipaksa masuk ke selokan hingga sekitar 2 meter. Selama kecelakaan itu tidak ada saksi mata yang melihat karena hujan deras,” kata Anom.

Sampai saat itu, korban akan menghilang dan dicari oleh ibu dan sekolah korban.

Bahkan, berdasarkan pengakuan wakil direktur SMPN 6 Tasikmalaya Saefulloh, penulis mengakui bahwa putranya bersamanya ketika mereka mencarinya karena dia tidak pulang dan tidak pergi ke sekolah pada hari berikutnya pada Jumat (24/1/2020) ).

Hingga jenazah Delis akhirnya ditemukan oleh warga setempat di tubuh korban di selokan karena ia curiga saluran airnya terhalang pada Senin (27/1/2020).

Sebelumnya diberitakan, kasus ini bermula ketika penduduk Kecamatan Cilembang Cihideung, kota Tasikmalaya, terkejut menemukan mayat wanita yang disembunyikan di selokan di depan pintu sekolah di SMPN 6 Tasikmalaya, Senin (27/1) / 2020) di sore hari.

Ketika mayat itu ditemukan, dia masih mengenakan seragam pramuka berkerudung dan menemukan tas sekolah di sebelahnya berisi identitas dan buku-buku sekolahnya.

Tim Unit Identifikasi Penahanan Polisi Kota Tasikmalaya berhasil mengevakuasi mayat yang tersembunyi dengan membongkar dinding beton saluran drainase.

Dalam buku-buku dalam tas merah muda di dekat tubuh, nama korban terdaftar sebagai Delis Sulistina, seorang siswa Kelas VII D dari SMP 6 Tasikmalaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.