July 5, 2020

Seorang istri memukuli suami yang stroke

Kelakuan seorang istri memukul suami yang merupakan pasien stroke baru-baru booming di dalam sebuah video di jejaring sosial.

Terlihat dalam video bahwa wanita yang merupakan istrinya mencaci-maki suaminya sebelum akhirnya memukul dia dengan sebuah tongkat. Suami tampak berteriak, namun karena ia terkena penyakit stroke, apa yang diucapkannya diduga tidak jelas disebutkan. Dalam video berdurasi 2 menit 24 detik ini diduga dibuat di daerah Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.
Hal ini tentunya mendapat banyak kritikan oleh warganet.

Ratih Ibrahim S.Psi., MM sebagai Anak, Pemuda dan konselor pernikahan dan terapis dan Sarahsita Hendrianti, M.Psi., Sebagai psikolog dewasa berbicara untuk menanggapi kejadian ini, apa yang dilakukan oleh wanita dalam video tersebut adalah suatu tindakan kekerasan menurut Ratih Ibrahim . “Jika orang itu diduga suaminya dan wanita yang seharusnya istrinya, ini dapat saja disebut sebagai kekerasan dalam rumah tangga KDRT terlepas dari situasi pria dan wanita itu . ” kata Ruth pada Rabu tanggal 18 Desember 2019.

Ruth mengatakan, Kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di video, menempatkan istrinya sebagai pelaku (tersangka) dan manusia yang dipukulinya dalam hal ini adalah suaminya sebagai korban (korban). “Tingkat kekerasan menjadi lebih parah karena kekerasan dilakukan kepada orang sakit korban dan tak berdaya, hal ini dikatakan oleh Ruth setelah menonton video tersebut dengan bai. Sementara itu, Sarahsita Hendrianti yang merupakan psikolog lain, mengatakan bahwa tingkat stres yang tinggi biasanya terdapat pada orang yang memiliki kewajiban untuk merawat anggota keluarga . “Untuk merawat pengasuh keluarga atau dipengaruhi oleh penyakit kronis, terutama stroke yang menghambat fungsi perilaku maka bagi seseorang yang memiliki insentif atau kewajiban memang akan memunculkan tingkat stres yang tinggi.

Sarahsita kemudian mengatakan bahwa seorang pengasuh itu memang rentan terhadap stres . Tapi sekali lagi, ia menambahkan, tergantung pada bagaimana perilaku seseorang untuk mengelola stres Anda.” Ada banyak kemungkinan mengenai bagaimana perilaku seseorang untuk mengelola stres Anda. kecenderungan untuk stres, atau fase shock akibat stroke suaminya akan kemungkinan untuk muncul. Stroke adalah fakta yang tidak mudah diterima. Namun stres atau gangguan mental ini diduga ada tanda – tandanya ,ketika sang istri tersebut ditanyai beberapa pernyataan oleh pihak kepolisian.

Untuk observasi , oleh anggota polisi, wanita itu pun dikirim ke Rumah Sakit Grogol Psychiatric . perlu dua minggu untuk observasi dan menguji apakah wanita dalam video tersebut memiliki gangguan kejiwaan. Namun,Ratih Ibrahim dari sudut pandang psikologis tidak mengira kalau wanita memiliki gangguan mental. “Dia (istri) melakukannya dengan sengaja , dilihat oleh perilaku mereka tidak mencerminkan terganggu (mental). ,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *