June 2, 2020

HOME

berita

Gubernur Banten Umumkan 2 Positif Covid-19, Juru bicara Pemerintah mengatakan tidak Tahu

Juru bicara pemerintah untuk perawatan virus Corona, Achmad Yurianto, mengakui bahwa dia belum menerima data yang berkaitan dengan dua orang yang diumumkan sebagai Covid-19 oleh gubernur Banten Wahidin Halim. Gaya hidup sehat

“Saya belum mendengar di mana gubernur Banten diperiksa. Mengapa kami tidak pernah mengirim data ini ke gubernur. Data ini dikirim ke kantor kesehatan untuk pemantauan,” kata Yuri kepada kantor kepresidenan Jakarta, Kamis (12/12). 3). 2020).

Dia menduga bahwa data yang disajikan oleh gubernur Banten adalah data dari pasien yang dirawat di Jakarta tetapi berdomisili di Banten.

Dia meyakinkan bahwa dia tidak pernah memberikan data di luar departemen kesehatan pemerintah daerah untuk melacak siapa pun yang memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19 yang positif di daerahnya.

“Bisa jadi, misalnya, pasien di Jakarta, tapi ternyata dia warga Tangerang. Dia masuk Banten, jalan-jalan ke sini dan keluarganya setiap hari. Ini artinya bisa begitu,” kata Yuri.

“Tapi kami tidak pernah memberikannya kepada pejabat pemerintah. Saya tidak tahu, jika dia mendapatkan datanya, terserah dia,” katanya.

Wahidin sebelumnya mengumumkan bahwa ada dua warga Banten yang dites positif terkena virus korona atau Covid-19.

Pengumuman ini dipublikasikan melalui video yang dikirim pada hari Kamis di jejaring sosial Instagram dan Facebook (12/12/2020).

“Saya melaporkan bahwa, berdasarkan laporan dari tim kesehatan Banten, ada dua warga Banten yang secara positif terkena virus korona,” kata Wahidin dalam video berdurasi 1 menit 53 detik.

Dua warga Korona-positif, menurut Wahidin, baru saja bepergian dari Malaysia.

Di akhir pengumuman, Wahidin, gubernur Banten, berharap masyarakat tetap waspada.
“Jangan panik dan hindari pertemuan umum atau setidaknya jauh dari keramaian, untuk memastikan Anda tidak memiliki virus mahkota,” katanya.

berita

“Tak Mau Ada Kepanikan Baru”, inilah alasan pemerintah tidak mau merincikan kasus corona

Kepala pakar presiden Dany Amrul Ichdan menanggapi kesan bahwa pemerintah tampaknya kurang transparan dalam menyampaikan informasi tentang Covid-19. Dia mengakui bahwa informasi yang diberikan khusus untuk pasien tidak rinci. gaya hidup sehat

“Masalah kami adalah dalam komunikasi publik bahwa kami tidak dapat setransparan negara lain,” katanya dalam sebuah diskusi dengan topik “Komunikasi kepemimpinan dan manajemen krisis coronavirus” di UI Salemba, Jakarta, pada hari Rabu 11/3).

Dia mengatakan alasan mengapa pemerintah tidak memberikan informasi terperinci, karena tidak ingin menimbulkan kepanikan di masyarakat. Pemerintah belajar dari kasus 1 dan kasus 2 yang profilnya diketahui publik.

“Karena begitu kita tahu posisi di Depok, perilaku orang adalah, ‘Wah, kompleks ini.’

Berbagai hal, jelasnya, telah terjadi di luar negeri. Ketika mereka menerima informasi, orang cenderung lebih dewasa dengan bereaksi. “Kami belum dewasa. Kami melihat bahwa itu cenderung ‘apa yang salah.’ Ada kepanikan baru. Kepanikan baru itu tidak ingin diringankan,” katanya.

“Melihat kasus Depok kemarin, pemerintah sedang memikirkan bagaimana itu bisa berfungsi sesuai dengan protokol dan peraturan, tanpa menimbulkan efek domino negatif,” tambahnya.

Pemerintah tidak mau, informasi yang diberikan akan menimbulkan kepanikan di masyarakat. “Jadi yang harus dipikirkan adalah bahwa itu tidak menyebabkan efek multiplayer negatif. Jika positif, tidak apa-apa. Setelah efek multiplayer negatif, itu tidak baik,” jelasnya.

Dia juga mengundang publik untuk fokus pada hasil akhir yang ingin dicapai dalam mengelola Covid-19. Dia memastikan bahwa pemerintah bertindak sesuai dengan standar manajemen protokol yang diterima secara internasional.

“Kami akan fokus hanya pada hasil. Tidak ada wabah, orang sehat mengkonfirmasi bahwa Corona, berapa pun jumlahnya, dapat sembuh. Hasilnya seperti ini. Karena kami tidak fokus pada hasil, kecuali ada pelanggaran Kode Etik. etika atau komunikasi publik sejati tidak transparan dilakukan oleh pemerintah, “katanya.

“Jika ini berlanjut di jalur yang benar, hanya ada beberapa kasus yang ditangani, identitas pasien, pengelompokan tercakup. Ya, kami melihat kepentingan yang lebih besar. Karena bangsa ini memiliki masalah multidimensi dan multisektoral yang harus kami selesaikan pada saat yang sama” katanya.

berita

UGM memberikan pendampingan bagi Mahasiswa yang merusakan Pos Polisi

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan membantu siswa menghancurkan Kantor Polisi Kentungan. Gaya hidup sehat

Ini disiarkan oleh Rektor UGM Panut Mulyono bertemu setelah kunjungan Raja dan Ratu Belanda pada malam hari di kompleks candi Prambanan (03/11/2020).

Bantuan ini diberikan karena SH, pelaku yang menghancurkan pos polisi, adalah siswa yang aktif.

“UGM memberikan bantuan hukum kepada anak-anak kita,” kata Panut.

Baca juga: Kantor Polisi Sleman Kentungan Lempar Batu, 1 Mahasiswa UGM Diamankan

Dijelaskan bahwa direktur kemahasiswaan memberikan bantuan. Pihak kampus kemudian akan melihat sanksi yang akan diberikan kepada SH.

UGM memiliki peraturan atau kode etik untuk mahasiswa yang harus dihormati oleh setiap komunitas akademik.

“Fokusnya masih pada kepolisian. UGM memberikan bantuan. Setelah itu berakhir di sana, misalnya bebas atau saat persidangan masih berlangsung,” kata Panut.

Tersentuh oleh video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa SH tidak menampilkan sikap penyesalan, Panut mengatakan dia tidak tahu kondisi mental.

Namun, jika perlu memeriksa kesehatan mental, UGM siap membantu.

Baca juga: Kantor polisi yang merusak siswa di Sleman didefinisikan sebagai mencurigakan

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pleno Alumni UGM Poerwoko Sugarda mengatakan bahwa asisten Direktur Kemahasiswaan sedang berkomunikasi dengan para aktor. Namun, itu tidak terlalu dalam, hanya terbatas pada kesehatan dan atmosfir batinnya.

Pertemuan ini, menurutnya, agar para siswa merasa tenang. Sebabnya, saat ini sedang dalam penyelidikan polisi.

Jika diperlukan, UGM siap membantu melakukan ujian kesehatan mental karena memiliki fakultas kedokteran dan psikologi.

“Tetapi karena mereka (penulis psikiatris), kami masih belum tahu,” kata Paripurna.

Sebelumnya, kepolisian telah menentukan bahwa mahasiswa UGM adalah penulis penghancuran Kantor Polisi Kentungan.

berita

Kondisi Kesehatan soal Pasien yang Terinfeksi Corona Indonesia

Juru bicara administrasi virus Corona Achmad Yurianto mengirim Presiden Joko Widodo (Jokowi) pesan bahwa masyarakat seharusnya tidak panik. Dia mengatakan bahwa semua pasien yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia dalam kondisi baik, dapat memenuhi kebutuhan mereka secara mandiri di rumah sakit (RS). Gaya hidup sehat

“Kasus-kasus positif di rumah sakit sepenuhnya independen dalam hal kebutuhan, mereka tidak menggunakan oksigen, mereka tidak menggunakan IV dan mereka dapat disembuhkan,” kata Yuri kepada kantor presiden, Jakarta, pada hari Senin, 9 Maret 2020.

Jika demam tidak terlalu tinggi, batuk tidak akan terlalu berat, yang berarti biasanya muncul dengan rasa sakit yang ringan sampai sedang.

Dia menjelaskan bahwa hampir semua pasien yang terinfeksi mahkota di Indonesia tidak memiliki penyakit arteri koroner dengan gejala klinis. Hanya ada beberapa pasien Covid-19 positif yang perlu menggunakan beberapa respirator.

“Jika demamnya tidak terlalu tinggi, batuknya tidak akan terlalu berat, yang berarti muncul secara umum dengan nyeri ringan hingga sedang, tetapi ada satu atau dua pasang infus oksigen karena ada faktor penyakit sebelumnya,” katanya. . kata Yuri.

Dr. Soeselo Kabupaten Tegal, dari RSUD, menyatakan siap menangani pasien yang terinfeksi virus korona. Skenario manajemen juga disimulasikan. (Foto: Tagar / Farid Firdaus)

Sebelumnya, Yurianto mengatakan bahwa penyembuhan mahkota dapat dilakukan tanpa obat-obatan. Dia mengatakan bahwa belum ada obat yang ditemukan untuk menyembuhkan Covid-19.

“Sejauh ini, WHO dan dunia belum menemukan obat khusus untuk virus ini dan belum menemukan vaksin spesifik untuk virus ini. Tetapi, seperti virus pada penyakit terbatas pada umumnya,” kata Yuri kepada kantor KSP, Jakarta, Kamis. 5 Maret 2020.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Departemen Kesehatan, mengatakan bahwa virus korona akan pulih dengan sendirinya. Bahkan, menurut dia, 50% orang yang mencurigai bahwa co-19 digolongkan bebas narkoba.

“Tetapi jelas bahwa 50% sekarang sembuh sendiri dan membaik. Oleh karena itu, deskripsi kasus nomor 1 dan nomor 2 tidak menjadi orang sakit dan ditutupi dengan alat,” kata Yuri.

Untuk alasan ini, ia mengimbau masyarakat agar dapat mempertahankan resistensi individualnya untuk mencegah penularan virus korona.

“Jika kekuatan tubuh kita baik, virus ini berkurang. Oleh karena itu, setiap saran yang terkait dengan penggunaan herbal dan lain-lain dalam konteks resistensi yang lebih besar adalah baik. Tetapi tidak untuk membunuh virus, tetapi untuk meningkatkan kekuatan tubuh. Virus menghilang sendirian nanti, “katanya. []

berita

44 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di Jakarta telah Dipulangkan

Sebanyak 44 pasien di bawah pengawasan (PDP) untuk virus Corona dipulangkan. Gaya hidup sehat

Data ini berdasarkan laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta dan telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sementara orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona, berdasarkan data ini, hingga 83 orang. Lusinan orang masih dalam pengawasan, sementara 221 orang telah selesai melakukan pemantauan.

Jumlah kumulatif ODP dan PDP yang paling kumulatif di Jakarta selatan adalah 96, Jakarta pusat 62 orang, Jakarta barat 59 orang, Jakarta timur 56 orang, Jakarta utara 47 orang, di luar DKI Jakarta hingga 72 orang

Untuk ODP dan PDP penyakit terkait seks yang disebabkan oleh virus Corona atau covid-19, pria menyumbang 50,77 persen, sedangkan wanita menyumbang 49,23 persen.

Pejabat Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengenakan pakaian pelindung khusus ketika berhadapan dengan pasien yang diduga terinfeksi Corona di gedung RSPI. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta, Senin (2/3/2020). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, dua orang lagi dinyatakan positif mengidap virus Corona. Karena itu, jumlah pasien yang terinfeksi oleh virus adalah positif untuk 4 orang.

Juru bicara pemerintah untuk manajemen virus mahkota, Achmad Yurianto, mengatakan kedua orang dengan mahkota positif memiliki kontak langsung dengan pasien sebelumnya dengan mahkota positif.

“Kami memiliki dua orang positif di mahkota yang kami sebut kasus 3 dan kasus 4,” kata Yuri di Jakarta, Jumat (6/6/2020).

Yuri mengatakan, dua orang positif dalam mahkota diperoleh setelah tim kesehatan memeriksa semua peserta dalam tarian.

Peserta tarian yang diidentifikasi, kata Yuri, berjumlah 80 orang. Namun, tim kesehatan berkurang menjadi 7 orang karena kontak langsung dan memiliki gejala flu sedang dan ringan. Kemudian, tujuh orang ditempatkan di RSPI Sulianti Saroso untuk diamati.

“Kami melakukan inspeksi, 7 orang ini tidak masuk pada hari yang sama,” katanya.

berita

Seluruh Puskesmas Mampu Deteksi Dini Kasus Corona, Ujar Pemerintah

Juru bicara pemerintah untuk pengelolaan virus korona (COVID-19) Achmad Yurianto menekankan bahwa semua puskesmas di Indonesia dapat mendeteksi COVID-19 lebih awal. gaya hidup sehat

“Semua puskesmas di Indonesia dapat mendeteksi masalah ini sejak dini,” kata Yurianto pada konferensi pers di Kantor Kepresidenan di Jakarta pada hari Minggu.

Yurianto menyatakan bahwa deteksi dini oleh puskesmas adalah bentuk kapasitas puskesma dalam pengelolaan COVID-19.

Dia menjelaskan bahwa ketika seseorang mengeluh batuk dan pilek dari puskesma, maka puskesma meminta kartu peringatan kesehatan dan kemudian mereka dapat segera mengirim orang tersebut ke rumah sakit.

“Deteksi dini adalah manajemen. Oleh karena itu, manajemen tidak boleh berkonotasi dengan keberadaan ruang isolasi tekanan negatif di puskesmas, tentu bukan puskesmas. Karena itu, manajemen tidak seperti itu,” jelasnya.

Yurianto juga mendesak masyarakat untuk tidak panik tentang COVID-19 atau gejalanya, meskipun tidak ada rumah sakit besar di daerah tersebut.

“Tidak perlu panik karena tidak ada rumah sakit besar di daerah itu, karena tidak,” katanya.

Adapun orang yang ingin tahu tentang COVID-19, pemerintah telah membuka hotline di 119. Siapa pun dapat mencapai nomor tersebut, bahkan jika ingin bertanya apa itu COVID-19, tanda-tanda COVID-19 dan langkah-langkah untuk ambil jika ada gejala COVID-19.

Deteksi Puskesmas di Baubau

Seorang pasien berusia 23 tahun, ditunjuk oleh COVID-19, dirujuk oleh puskesmas ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari, di tenggara Sulawesi, sekitar 02,44 jam di Indonesia barat, pada Minggu (8/3).

Kepala Dinas Kesehatan Baubau, Wahyu, di Baubau, mengatakan pasien yang sebelumnya dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat Tuangila di distrik Kapontori, Buton, dirujuk ke Rumah Sakit Regional Baubau.

“Pasien itu bukan penduduk Baubau. Pasien dirujuk dengan tujuan mengkonfirmasi apakah dia menunjukkan penyakit berbahaya atau tidak,” kata Wahyu, pada konferensi pers yang dihadiri oleh direktur Rumah Sakit Regional Baubau, Dr. Nuraeni Djawa, Presiden Baubau IDI, Dr. Lukman, asisten I pemerintah daerah pemerintah kota. Baubau Rahmat Tuta dikutip oleh Antara.

Para pasien dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas karena rumah sakit tersebut adalah rumah sakit yang ditunjuk oleh Departemen Kesehatan sebagai referensi untuk pasien di bawah pengawasan terkait dengan penyakit yang saat ini ditakuti.

“Karena itu, jawablah secara proporsional, bahwa pasien ini akan dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas untuk mencari konfirmasi untuk diperiksa di laboratorium, diamati, dll,” katanya.

Dalam ceritanya, katanya, pasien bepergian ke Thailand selama seminggu dan meninggalkan negara itu pada 23 Februari. Kemudian, orang itu mengunjungi Kendari dan kemudian pergi ke Baubau pada 25 Februari 2020.

“Kemudian, pada 29 Februari, dia melakukan kegiatan di Baubau,” katanya.

Partainya juga, dalam upaya mengantisipasi dan mencegah COVID-19, menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, meminta anggota Pusat Kesehatan Tuangila untuk dipantau oleh keluarga dekat pasien.

“Di perhentiannya di Baubau, atau dikatakan di rumah ayah angkatnya, dia juga diangkut dan dibimbing oleh tim medis kami untuk dimonitor dan diperiksa dalam beberapa hari, bahkan untuk tidak pergi ke mana pun sebagai bentuk pengawasan awal,” katanya. .

Sementara itu, direktur Rumah Sakit Regional Baubau, Dr. Nuraeni Djawa, merujuk pasien ke Rumah Sakit Bahteramas karena ada kriteria yang telah dipenuhi dan dilakukan sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (POP).

“Karena itu, kami mengikuti prosedur yang ada (Protap). Kami merujuk ke Bahteramas untuk pengawasan lebih lanjut,” katanya, seraya menambahkan bahwa kami mencurigai posisi pasien, “katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa, selama satu hari, ruang gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Regional Baubau sementara dikosongkan atau disterilkan karena tidak menerima pasien sebagai upaya dan langkah yang diantisipasi.

“Kami juga mengirim ke tim medis yang merawat (para pasien) tadi malam untuk memberi tahu kami tentang kemajuan mereka.”

Di tempat yang sama, jelas Dr. Lukman, manifestasi klinis penyakit Corona adalah masalah pada saluran pernapasan, pneumonia. Pasien Corona juga memiliki level seperti Orang di bawah pengawasan (ODP), Pasien di bawah pengawasan (PDP) dan tersangka sampai ada tingkat yang lebih tinggi.

Sementara pasien yang dirujuk, kata dokter yang memeriksakan pasien di Rumah Sakit Regional Baubau, manifestasi klinis yang muncul mengarah pada kecurigaan pasien yang mencurigakan di bawah pengawasan atau tersangka, sehingga kedua hal tersebut dilakukan protokol evakuasi untuk Rumah Sakit Bahteramas.

“Pada pasien ini, kami mencurigai mahkota karena dia khawatir dengan tanda-tanda klinis. Pasien mengalami demam, batuk, pilek dan keluhan sesak napas, selain memiliki riwayat perjalanan (pergi ke luar negeri). memenuhi dua elemen dari gejala dan memiliki faktor risiko, “kata spesialis penyakit ini.

berita

Cara Virus Corona Menyebar di Dalam Pesawat

Perjalanan di seluruh negeri membuka jalan bagi penyebaran wabah virus korona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Gaya hidup sehat

Meskipun bandara telah memeriksa penumpang untuk mencegah masuknya virus korona, pengawasan tetap diperlukan.

Peringatan dapat dilakukan oleh penumpang dengan kebutuhan untuk mengetahui bagaimana penyakit ini menyebar, terutama di pesawat terbang.

Dalam laporan National Geographic (3/6/2020), coronavirus menyebar seperti penyakit pernapasan umum, yaitu melalui tetesan (tetesan air liur), lendir atau cairan tubuh lainnya.

Jika tetesan disentuh dengan tangan atau digosok di mata atau wajah, mereka dapat terinfeksi.

Penyakit pernapasan juga dapat menyebar ke permukaan tempat pesawat jatuh, seperti kursi dan meja pesawat terbang.

Durasi drop tergantung pada jenis drop dan permukaan. Misalnya, itu lendir atau air liur, berpori atau tidak berpori.

Baca juga: Corona Virus Panic, dua wanita yang memperjuangkan tisu di kamar mandi

Ada juga bukti bahwa virus pernapasan dapat ditularkan melalui udara dalam partikel kering kecil yang dikenal sebagai aerosol.

Tetapi, menurut Arnold Monto, profesor epidemiologi global dan kesehatan masyarakat di Universitas Michigan, ini bukan mekanisme transmisi utama.
Kontak dengan orang yang terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan “kontak dengan orang yang terinfeksi” sebagai mereka yang duduk dalam dua baris satu sama lain.

Tetapi orang-orang tidak hanya duduk selama penerbangan, terutama yang berlangsung lebih dari beberapa jam.

Mereka juga mengunjungi kamar mandi, meregangkan kaki dan melemparkan barang-barang ke tempat sampah.

Tim Peneliti FlyHealthy mengamati perilaku penumpang dan awak pada 10 penerbangan lintas benua dari Amerika Serikat dalam waktu sekitar tiga setengah hingga lima jam.

Penelitian ini disutradarai oleh Vicki Stover Hertzberg dan Howard Weiss dari Emory University.

Mereka tidak hanya melihat bagaimana orang bergerak di sekitar kabin, tetapi juga bagaimana hal itu memengaruhi jumlah dan lamanya kontak dengan orang lain.

Mereka ingin memperkirakan berapa banyak pertemuan intim yang mungkin terjadi untuk transmisi selama penerbangan lintas benua.

  • Baca juga: karena Virus Corona, beberapa maskapai mengoperasikan pesawat tanpa penumpang, itulah alasannya *
    Pilih tempat duduk

Survei sebelumnya pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebagian besar penumpang meninggalkan kursi mereka selama penerbangan jarak menengah.

38% penumpang meninggalkan kursi mereka sekali, 24% melakukannya lebih dari sekali dan 38% lainnya tetap di kursi mereka selama penerbangan.

Para penumpang yang paling mungkin untuk bangun berada di kursi dekat jendela.

Oleh karena itu, penumpang di kursi dekat jendela melakukan kontak jauh lebih sedikit daripada orang-orang di kursi lain, mewakili rata-rata 12 kontak.

Sementara itu, penumpang di kursi tengah 58 kontak dan di kursi lorong 64 kontak.

Memilih tempat duduk di dekat jendela dan jatuh di belakang mengurangi kemungkinan terkena penyakit menular.

Meski begitu, penumpang lain yang ada di kursi dua kursi dan lainnya masih memiliki kemungkinan infeksi, bahkan jika mereka rendah.

Penumpang yang duduk di dekat lorong biasanya melewati orang, tetapi bergerak cepat.

Kemungkinan transmisi

David S. Weiss, seorang profesor biologi dan matematika di Penn State University, mengatakan: “Secara umum, apa yang kami tunjukkan adalah kemungkinan bahwa transmisi cukup rendah untuk penumpang tertentu.”

Selain itu, nyonya rumah menghabiskan lebih banyak waktu berjalan di lorong-lorong dan berinteraksi dengan penumpang.

Dalam studi tersebut, diklaim bahwa anggota kru yang sakit memiliki kesempatan untuk menginfeksi 4,6 penumpang. Karena itu, penting agar nyonya rumah tidak terbang ketika sedang sakit.

berita

Remaja umur 15 Tahun adalah Pembunuh, Bocah Dititipkan di LPKA Cinere

Polisi meyakinkan seorang anak lelaki berusia 15 tahun yang membunuh seorang bocah lelaki berusia 5 tahun di Jakarta Pusat. Pembunuh anak-anak dengan inisial NF sekarang berkomitmen untuk penahanannya di Lembaga Pengembangan Anak Khusus Kelas (LPKA) Kelas II di Jakarta. Gaya hidup sehat

“(Para aktor) telah dipercayakan kepada LPKA Cinere,” kata Yusri Yunus, kepala Komisaris Urusan Publik untuk Kepolisian Metro Jaya, saat konferensi pers di Kantor Polisi Pusat Jakarta, Sabtu (7/3) .

Kasus pembunuhan remaja itu terungkap pada Jumat (3/3). Tepat setelah para penjahat menyerah ke kantor polisi Tamansari.

Untuk polisi, penulis mengaku telah membunuh korban. Tubuh korban disimpan di lemari penyerang.
Bukti kasus pembunuhan anak-anak ditunjukkan pada konferensi pers di Kantor Polisi Pusat Jakarta, Sabtu (3/7/2020).

Sebelumnya, ayah korban, bernama Kartono, meminta polisi memberikan hukuman maksimal kepada pelaku. Kartono meminta agar para penulis dengan inisial NF dihukum mati.

“Saya ingin para pelaku dihukum berat, jika mungkin, dengan hukuman mati,” kata Kartono ketika dia bertemu di kediamannya Jalan B2, Sawah Besar, di pusat kota Jakarta, Sabtu (3/7).

Kartono menganggap hukuman mati sebagai hukuman yang paling tepat bagi para pelaku. Karena penulis dapat membunuh nyawa anak-anak mereka yang masih berusia 5 tahun.

berita

4 WNI terinfeksi Corona dikarenakan pernah menghadiri sebuah pesta

Pemerintah mengumumkan dua kasus baru pasien yang positif terkena coronavirus. Diketahui bahwa keduanya memiliki kontak langsung dengan dua warga Depok, kasus pertama dan kedua. Gaya hidup sehat

Seorang juru bicara untuk pengobatan virus mahkota di Indonesia, Achmad Yurianto, menjelaskan bahwa kasus ketiga dan keempat terinfeksi dalam peristiwa yang sama.

“Kami melakukan pencarian, kami mencari dan mengidentifikasi orang-orang yang berhubungan dekat dengan dua kasus pertama, kasus 1 dan 2,” kata Yurianto di Kantor Kepresidenan di Jakarta Pusat, Jumat (6/3).

Dia menjelaskan bahwa dua kasus baru adalah bagian dari tamu di tempat yang sama dengan warga positif dari mahkota Depok. Namun, pria yang dikenal sebagai Yuri itu tidak menyebutkan lokasi yang dituju.

Sebelumnya, itu disebut kasus pertama warga negara Jepang yang tertular virus di pesta dansa di sebuah restoran di Jakarta.

“Pada awalnya, data yang kami terima adalah 80 orang yang berada di tempat itu, ketika acara berlangsung, 80 dari jumlah itu adalah tamu dan karyawan,” jelasnya.

Dia mengatakan 80 dari mereka termasuk petugas parkir dan pintu masuk ke daerah tersebut. Namun, setelah itu, kota dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI, sehingga 20 orang dapat diawasi secara ketat.

“Dari 80 berkurang, karena mereka tidak di dalam ruangan, selama mereka melakukan kegiatan eksternal. Misalnya, petugas parkir, koki tidak masuk dan dianiaya 20. Untuk 20 orang, mereka lebih dalam,” katanya.

Kemudian, Dinas Kesehatan DKI mencari 20 orang untuk 7 orang. Orang-orang ini diisolasi di RSPI Sulianti Saroso karena mereka memiliki gejala influenza.

“Kebetulan bahwa sejak 20 dari Departemen Kesehatan DKI berkurang menjadi 7. Dan 7 yang kita semua bawa ke RSPI dan kita amati, kita mengisolasi. Kami melakukan serangkaian tes. Karena tujuh orang ini memiliki gejala fisik dalam kaitannya dengan influenza, “jelasnya. itu.

“Meski tidak ada flu parah, ringan dan sedang. Jadi, jika panasnya tidak tinggi, sedikit dingin. Kami melakukan tes dan 7 orang tidak termasuk dalam kategorisasi yang sama,” lanjutnya.

Dari 7 sampel yang dikirim. Hasilnya, dua mahkota positif.

“Jadi kami menemukan bahwa dalam 7 orang ini kami positif, seperti kasus ketiga dan keempat,” katanya.

“Dua orang positif di mahkota bukanlah rumah,” tambahnya.

berita

Pasien Suspect Corona Meninggal di RSPI , Simak beritanya

Direktur RSPI Rumah Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, mengatakan seorang pasien berusia 65 tahun meninggal di bawah pengawasan. Sebab, diketahui bahwa salah satu anaknya memiliki riwayat perjalanan dari Singapura, yang juga merupakan salah satu negara yang dinyatakan terinfeksi oleh wabah virus Corona atau COVID-19. Gaya hidup sehat

“Ya, karena dia bilang ada cerita tentang putranya dari Singapura,” Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta utara, mengatakan di RSPI, Jumat (3/3).

Selain itu, keparat itu saat ini tidak dirawat dengan staf medis. “(Diperlakukan) Tidak,” katanya.

Pasien yang meninggal diambil oleh keluarganya dan biasanya dimakamkan. Dalam hal ini, Syahril menekankan bahwa pasien yang meninggal tidak akan menular.

“Tidak. Itu berarti sudah selesai. Itu tidak menular. Semua telah didesinfeksi. Semua pasien yang telah dirawat secara terpisah, apakah manipulasi, pengobatan, adalah sama, sampai mati. Ketika mereka dibawa (almarhum) tidak Mereka menular lagi, “katanya.
548 Warga Pelaporan

Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI) Sulianti Saroso menerima 548 warga yang melapor ke Pos Pemantau Virus Crown atau COVID-19. Ratusan dari mereka bergabung dengan Pemantauan Orang Dalam (ODP).

“ODP 548. Jika ODP rawat jalan, ya,” kata Mohammad Syahril.

Syahril mengatakan kategori Pasien dalam pengawasan (PDP) juga tidak dirawat secara intensif di RSPI Sulianti Saroso. Karena itu, perawatan intensif yang dilakukan di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso hanya untuk warga yang dites positif tersangka dan Corona.

“Semua pasien dengan ODP dan PDP gratis, tidak perlu membayar karena negara akan menutupinya,” kata Syahril.

berita

Kemenkes Ingatkan Warga Waspadai Juga DBD, Di Tengah Hebohnya Corona

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat bahwa mereka harus mewaspadai demam berdarah atau demam berdarah bahkan jika kasus virus Corona memprihatinkan. Gaya hidup sehat

“Karena kadang-kadang hujan masih cukup tinggi dan ini memiliki potensi DBD. Tidak lebih karena fokus pada virus Corona bahkan diabaikan oleh ancaman DBD,” kata direktur vektor infeksi dan penyakit zoonosis Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, ketika dihubungi di antara mereka, Kamis 5 Maret 2020.

Nadia juga mendesak pemerintah dan masyarakat untuk tidak hanya fokus pada pengelolaan virus Corona yang telah menimpa baru-baru ini. “Ketakutan akan mahkota api, maka demam satu atau dua hari dan karenanya tidak menunjukkan gejala, orang tidak menganggap demam berdarah,” katanya.

Karena, dalam kasus demam berdarah, fase kritis adalah hari ketiga dan keempat, yaitu ketika pasien merasa sehat. Bahkan, terkadang ini adalah periode masuk dari unduhan DBD sebelumnya.
Secara keseluruhan, kasus demam berdarah di Indonesia mengakibatkan kematian 94 orang dari Januari hingga awal Maret 2020. Angka ini adalah total 14.716 kasus di seluruh Indonesia.

Di antara angka kematian adalah zona merah, yaitu Nusa Tenggara Timur dengan 29 orang, Jawa Barat dengan 15 orang dan Jawa Timur dengan 11 orang. Kemudian, di zona kuning, ada tujuh kematian di Lampung, empat di Jawa tengah, tiga di Bengkulu dan tiga di Sulawesi Tenggara.

Oleh karena itu, masing-masing dari dua kasus kematian di Sumatera Utara, Riau, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. Akhirnya, setiap kasus kematian akibat FHD di provinsi Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat

berita

Bentrok Ojol vs DC di Yogya Versi Driver Online

Ratusan pengemudi ojek online diduga terlibat bentrok dengan penagih utang di jalan lingkar utara, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Kamis (3/5). Kecelakaan itu terjadi sejak siang hingga sore hari. gaya hidup sehat

Salah satu pengemudi lubang yang menolak untuk diidentifikasi, menurut informasi yang diterima, kecelakaan dimulai sekitar pukul 13:00.

“Saya pindah (datang ke lokasi) untuk memantau situasi,” katanya kepada CNNIndonesia.com.

Namun, dia mengaku tidak tahu persis peristiwa yang terjadi di sana. Kemudian, sekitar pukul 14:30, waktu Indonesia Barat, beberapa orang yang dicurigai sebagai penagih utang melarikan diri ke kantor polisi Depok Timur, yang terletak beberapa ratus meter dari kantor perwakilan Ojol.

Ketegangan antara kedua kelompok ini mereda setelah polisi meminta massa untuk membubarkan diri.

Namun tidak lama kemudian, beberapa massa mengadakan konvoi untuk mengunjungi kantor penagih utang Jalan Wahid Hasyim.

Menurutnya, situasinya telah memanas lagi dan tindakan anarkis telah terjadi. Hanya saja dia enggan menjelaskan lebih detail.

Sementara sopir lubang lainnya, Dhe (bukan nama sebenarnya) telah mengungkapkan, bentrokan antara kedua kelompok telah meletus lagi di daerah Tambakbayan.

“Saya tidak tahu persis situasi karena itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan kami dilarang mengambil foto atau video,” katanya.

Dia mengatakan bahwa banyak driver dilarang merekam video untuk mencegah penyebaran di jejaring sosial yang dapat memperburuk keadaan.

Setelah dikonfirmasi, kepala bagian hubungan masyarakat (kepala) kepolisian daerah Yogyakarta, Kombes Pol Yuliyanto, meminta semua pihak untuk melakukan moderasi. Dia juga tidak dapat mengkonfirmasi apakah ada korban kecelakaan ini.

“Sekarang, yang terpenting adalah bagaimana menciptakan suasana yang menguntungkan dulu,” katanya.

“Bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya, kami sedang mengerjakan solusi untuk masalah ini dan oleh karena itu kami meminta semua pihak untuk melakukan moderasi,” harapnya.

Mereka yang belum terlibat langsung dalam insiden ini, lanjut Yuli, seharusnya tidak membuat situasi lebih menguntungkan.

“Masalah yang terkait dengan pelanggaran hukum dalam kasus ini pasti akan mengambil tuntutan hukum yang proporsional,” katanya.

berita

Agensi bertindak, Lee Dong Wook Diisukan Terlibat Sekte yang membikin Virus Corona Mewabah

Lee Dong Wook baru-baru ini terkena masalah tidak menyenangkan terkait dengan virus Corona. Lee Dong Wook dikatakan telah terlibat dengan sekte Sincheonji, yang dikenal memainkan peran penting dalam penyebaran virus Corona di Korea Selatan. gaya hidup sehat

Seperti diketahui, salah satu anggota sekte ini, yang diidentifikasi sebagai pasien nomor 31, adalah penyebar super karena menyebabkan virus Corona menyebar luas, terutama di wilayah Daegu.

Wanita berusia 61 tahun ini masih aktif meski terinfeksi. Juga, ikut serta dalam acara tersebut dalam sekte sekte Sincheonji.

Belakangan, virus Corona mulai menyentuh dunia hiburan. Dari sini, bagian dari publik berspekulasi bahwa ada sosok di antara seniman yang terlibat dalam sekte ini. Salah satu korban dari masalah ini adalah Lee Dong Wook.

Agensi Lee Dong Wook, King Kong oleh Starship, bertindak segera untuk membantah masalah ini.

“Kami mengkonfirmasi bahwa, baru-baru ini, desas-desus palsu telah menyebar tentang keterlibatan artis kami dengan sebuah agama,” kata juru bicara agensi itu dalam sebuah pernyataan, kata Soompi, Rabu (3/3/2020).

King Kong mengatakan akan mengambil tindakan hukum atas masalah ini.

“Dalam hal itu, kami berencana untuk mengambil langkah-langkah hukum yang ketat terhadap pengembangan desas-desus tidak berdasar ini, masalah berbahaya dan komentar yang membunuh karakter artis kami. Kami juga akan mengambil langkah-langkah hukum yang ketat terhadap diffuser dan orang-orang yang mereproduksi rumor yang merusak nama baik artis.” kami “.

King Kong mengatakan dia tidak akan tahu belas kasihan dan tidak akan berkompromi dengan penulis.

Data terbaru

Sementara itu, data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengatakan sudah ada 5.328 orang yang terinfeksi virus Corona. Jumlah ini meningkat dengan 516 kasus baru ditemukan.

Data seminggu yang lalu

Ini adalah lompatan yang ditandai dari minggu sebelumnya, yang mendaftarkan 1.261 orang yang terinfeksi virus Corona.

berita

Karena menjual Masker dengan Harga Tinggi, Apotek Kimia Farma Diadukan ke Ombudsman

Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (RI) dari Sumatera Barat (Sumatra Barat) menerima laporan publik terkait dugaan penjualan topeng mahal oleh salah satu apotek negara, Apotek Kimia Farma di kota Padang. Gaya hidup sehat

“Laporan itu tiba pagi ini dari publik. (Yang dilaporkan adalah) Farmasi Kimia Farma di daerah Jati, di jalan Perintis Kemerdekaan,” kata Kepala Bagian Penerimaan dan Verifikasi untuk Ombudsman Indonesia, Perwakilan Sumatera Barat, Yunesa Rahman, saat dihubungi oleh Covesia – networkSuara.com, Rabu (3/4/2020).

Menurut dia, harga masker yang dijual oleh perusahaan farmasi negara mencapai R $ 250 ribu. Warga setempat juga mengeluhkan tingginya harga masker setelah dua warga negara Indonesia yang kini terinfeksi virus Corona COVID-19.

“Topeng diminta membayar R $ 250.000 (per kotak). Tetapi pada tanda terima, itu hanya biaya R $ 200.000. Orang-orang keberatan karena Kimia Farma adalah MANUSIA. Harga umumnya R $ 25.000 – Rp. 30.000”, katanya.

Secara terpisah, asisten Ombudsman Sumatera Barat, Adel Wahidi, menjelaskan bahwa ia sedang mempelajari kenaikan harga topeng yang terjadi di kota Padang. Menurut Ombudsman, kenaikan harga topeng itu murni peningkatan permintaan publik.

“Kami sedang mempelajari, tidak ada tanda-tanda akumulasi, retensi produksi, sehingga harga naik,” katanya ketika diwawancarai oleh Covesia melalui WhatAspp.

Adapun laporan publik tentang keberadaan pengecer farmasi negara yang juga berpartisipasi dalam kenaikan harga masker, kata Adel, ada tuduhan bahwa apotek memanfaatkan peluang tertentu untuk mendapat untung.

“Saya tidak berpikir perusahaan publik menghasilkan keuntungan seperti itu. Saat ini, mereka seharusnya membantu. Menjual pengecer secara teratur untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau domestik,” katanya.

Sementara itu, Yunesa mengatakan bahwa, setelah laporan masyarakat, Ombudsman akan meminta klarifikasi dari PT Kimia Farma, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan BPOM Provinsi Sumatera Barat.

“Kami langsung tumbang. Karena itu, informasi sementara. Untuk pengembangan, kami akan informasikan nanti,” katanya.

berita

2 Pasien Corona di Depok di karantina selama 14 hari

Selama 14 hari, warga yang tinggal di rumah pasien Corona di Depok, Jawa Barat disarankan untuk tidak melakukan aktivitas. Karena pejabat Dinas Kesehatan Kota Depok akan mengawasi mereka. Gaya hidup sehat

“Diharapkan bahwa itu tidak akan aktif dan hanya di dalam rumah. Jika tidak benar-benar penting untuk meninggalkan rumah,” kata Kepala Diskominfo Kota Sidik Mulyono (3/3) Selasa.

Petugas akan meninjau semua penghuni di rumah. Mereka akan menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk memantau semua penghuni dan mengontrol suhu tubuh mereka di pagi dan malam hari.

“Sejak Senin selama 14 hari ke depan,” kata Sidik.

Seruan ini tidak dibuat untuk menakut-nakuti warga, tetapi meminta warga untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran mahkota. Penghuni kompleks tempat tinggal korban adalah beberapa warga yang pernah berinteraksi. Ketika warga datang untuk mengunjungi rumah korban, diketahui bahwa korban tidak menunjukkan virus mahkota.

“Saya menerima pernyataan dari ketua RT setempat. Bahwa pada hari Minggu (1/3), ada empat warga yang mengunjungi pemilik rumah mahkota positif.

berita

Perbedaan antara ‘Pasien dalam Pengawasan’ dan ‘Orang yang dalam Pemantauan’ pada Virus Corona

Indonesia mengkonfirmasi kehadiran pasien dengan corona positif, Senin (2/3/2020). Kedua pasien diketahui memiliki kontak langsung dengan warga Jepang, yang kemudian dites positif untuk virus mahkota di Malaysia. Gaya hidup sehat

“Orang Jepang bertemu dengan orang yang mereka temui, ditemukan dan ditemukan. Ternyata orang yang terkena virus mahkota berhubungan dengan dua orang, seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun,” kata Presiden Joko Widodo dalam istana presiden.

Selain dua kasus virus korona positif yang sedang dirawat untuk pemulihan, beberapa kategori lain dari pasien coronavirus disebutkan dalam Pedoman untuk persiapan penyakit coronavirus (Covid-19), yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan.

Diantaranya adalah pasien dalam pengawasan dan orang-orang di bawah pengawasan, keduanya memiliki kategori berbeda.

Kepala media dan opini publik di Kementerian Kesehatan, jelas Busroni, dimonitor oleh orang-orang yang menunjukkan gejala infeksi.

“Setiap orang yang diperiksa pada suhu tinggi, sehingga ada batuk dan beberapa gejala, akan diperiksa,” kata Busroni, seperti dikutip dari Kompas.com (1/3/2020).

Busroni melanjutkan, hingga Sabtu (29/2/2020) jumlah yang diperiksa oleh Kementerian Riset dan Pengembangan Kesehatan tercatat 333 orang.

Dari jumlah itu, 188 di antaranya adalah warga negara Indonesia yang diamati di World Dream Ship. Hingga 331 hasil tes menunjukkan virus negatif di mahkota dan yang lain diamati.

Apa perbedaan antara pasien dalam pengawasan dan orang-orang dalam pengawasan?

Berikut ini adalah penjelasan dari pasien dalam pengawasan dan pemantauan yang disebutkan dalam “Pedoman untuk persiapan penyakit dengan coronavirus (Covid-19)” yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan:

Pasien yang diawasi

Ada dua kelompok pasien yang termasuk dalam kategori pasien ini. Pertama adalah seseorang yang mengalami:

  • Demam di atas 38 derajat Celcius atau riwayat demam.
  • Batuk atau pilek atau sakit tenggorokan
  • Pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan / atau karakteristik radiologis. Anda harus waspada pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (immunocompromised) karena gejala dan tanda tidak jelas
  • Memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terkena dampak dalam 14 hari terakhir sebelum gejalanya berkembang.

Kelompok kedua adalah seseorang dengan demam lebih dari 38 derajat Celcius atau memiliki riwayat demam atau GGA ringan hingga berat dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala.

Pasien-pasien ini juga memiliki salah satu dari paparan berikut:

  • Riwayat kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19
  • Bekerja atau mengunjungi pusat kesehatan yang terkait dengan konfirmasi pasien Covid-19
  • Sejarah perjalanan ke provinsi Hubei, Cina (termasuk kota Wuhan)
  • Hubungi orang-orang yang memiliki sejarah perjalanan dalam 14 hari terakhir ke provinsi Hubei, Cina (termasuk kota Wuhan)

Pasien di bawah pengawasan juga dikenal sebagai “tersangka”.

Jika pasien berada di bawah pengawasan, kegiatan pengawasan (pemantauan) dilakukan dengan keluarga dan profesional kesehatan yang berhubungan dekat.

Pemantauan internal

Sementara itu, yang dimaksud dengan pasien yang dipantau adalah seseorang dengan gejala demam di atas 38 derajat Celcius atau memiliki riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia.

Orang tersebut juga memiliki riwayat bepergian ke negara yang terkena dampak dalam 14 hari terakhir sebelum gejala muncul.

Kegiatan pengawasan dari orang-orang yang dipantau dilakukan secara berkala untuk menilai adanya pneumonia atau memburuknya gejala selama 14 hari.

Jika orang yang dipantau menderita pneumonia atau gejalanya menetap dalam 14 hari terakhir, segeralah pergi ke rumah sakit rujukan untuk perawatan lebih lanjut.

Pemantauan orang juga harus melakukan isolasi di rumah.

berita

Sempat dimintai untuk tidak mengaku soal adanya warga negara yang terkena corona , ini penjelasannya

Kabar dari dua warga Depok yang terkena virus Corona telah terdengar oleh Sekda Depok, Harrdiono sejak Minggu (1/3) malam itu. Namun dia diperingatkan untuk tidak memberikan informasi terlebih dahulu saat itu. Gaya hidup sehat

“Saya menerima pesan. Saya menerima pesan dari staf ahli Kementerian Kesehatan. Mereka memberi saya informasi untuk berita lebih lanjut. Ternyata sekarang ada cukup media. Saya bertanya kepadanya, dari mana dia mendapatkan informasi itu? Katanya kemarin belum bicara malam Hardiono Said sebelum mengadakan pertemuan terbatas dengan Departemen Kesehatan dan rumah sakit Mitra Mitra Depok (RS MKD) sore ini, Senin (2/3).

Ketika ditanya siapa yang melarangnya memberikan informasi kepada publik, Hardiono hanya menyebutkannya sebentar. Pertama-tama Anda akan memverifikasi kebenaran.

“Jangan laporkan dulu, karena untuk melihat kebenaran. Dari sana, dari kementerian. Jika belum A1, jangan katakan itu dulu,” katanya.

Menyusul hasil ini, partainya mengadakan rapat koordinasi. Pertemuan membahas manajemen teknis dan upaya yang dilakukan. “Aku hanya ingin mengadakan pertemuan, tapi itu dicegat,” katanya tersenyum.

Dia juga tidak bisa menyebutkan jumlah penduduk yang terpengaruh sebelum pertemuan. “Saya tidak segera memahaminya, saya baru saja mendapatkannya dari WA, itu harus dikonfirmasi, jadi itu benar atau tidak,” pungkasnya.

berita

Update soal Virus Corona Korea Selatan: 20 Meninggal, 3.736 Terinfeksi Termasuk 2 Staf Penyanyi Chungha

Korea Selatan melaporkan hari ini sekitar 600 kasus baru infeksi dengan virus corona, Minggu (3/3/2020). Gaya hidup sehat

Saat ini, di dunia KBS, ada 3.736 kasus infeksi oleh virus korona di negara ini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan bahwa 586 kasus baru positif pada hari Minggu jam 4 sore waktu setempat.

KCDC mengatakan 210 kasus dikonfirmasi antara pukul 9 pagi dan 4:00 sore, sementara 376 kasus dikonfirmasi dalam semalam.

210 kasus terakhir dari 136 kasus telah dilaporkan di Daegu dan 41 infeksi terbaru dilaporkan di provinsi Gyeongsang utara.

Korea Selatan mencatat jumlah korban tewas hari Minggu lalu, sehingga jumlah total korban tewas sekarang adalah 20.

Akhirnya, korban dinyatakan meninggal berusia 82 tahun, pasien memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti infark serebral, hipertensi dan diabetes.

Pejabat kesehatan sedang mencari penyebab pasti kematian.

Korea Selatan sendiri saat ini sedang menguji 62.000 orang, dengan 33.300 orang menunggu hasil.

Karyawan Chungha yang positif

Selain itu, dua anggota tim yang berasal dari penyanyi Chungha termasuk di antara korban positif virus korona. Tim mengkonfirmasi virus korona positif setelah berpartisipasi dalam acara pekan mode di Milan, Italia.

Diluncurkan oleh perusahaan hiburan MNH Naver pada (1/3/2020), tim diuji di rumah sakit setelah kembali dari Italia karena demam pada 24 Februari dan hasilnya positif.

Sejak itu, semua orang yang melakukan perjalanan bisnis ke Italia telah diperiksa di rumah sakit setelah diperintahkan untuk mengisolasi diri.

Chungha sendiri dan beberapa anggota tim lainnya menunjukkan hasil negatif ketika diuji.

“Untuk alasan keamanan, kami membatalkan semua tur yang dijadwalkan untuk saat ini. Kami akan mengambil langkah-langkah terbaik dan merespons dengan setia,” kata MNH Entertainment dalam sebuah pernyataan resmi.

Sehubungan dengan berita ini, Chungha telah menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Ada lebih dari 88.000 orang berbicara tentang Chungha di Twitter.

“Chungha suka menyanyi begitu banyak dan bekerja sangat keras untuk balada, tolong dukung dia dan dengarkan” Semua orang memilikinya. “Aku tahu itu berbeda dari rilis sebelumnya, tapi beri dia kesempatan, suaranya sangat malaikat. Https : //youtu.be/wqLkJnRWekA “, menulis pengguna dengan akun @kchungapics.

“Laporan sebelumnya tentang seorang anggota staf dari penyanyi terkenal yang menangkap virus corona … Agensi Chungha mengkonfirmasi bahwa ia adalah anggota tim. Staf lain, termasuk artis, sejauh ini negatif, tetapi sekarang dalam karantina dan program dibatalkan sebagai tindakan pencegahan, “kata akun @ MyTigersDen

berita

147 orang di jakarta dinyatakan negatif corona

Sebanyak 147 orang di Jakarta dipantau dan dimonitor untuk gejala virus korona atau kontraksi COVID-19. Rinciannya, 115 orang dalam pengawasan dan 32 orang di bawah pengawasan. Gaya hidup sehathttps://www.ilovesaude.com

Kepala divisi pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Departemen Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan data kumulatif hingga 28 Februari 2020.

Orang-orang dalam keadaan pemantauan dan pengawasan kemudian menjalani tes laboratorium di Departemen Kesehatan Litbangkes. Hasilnya, mereka dinyatakan tidak terinfeksi virus korona. “Semua hasil laboratorium negatif untuk mahkota,” kata Dwi saat dihubungi, Minggu (3/1/2020).

Dwi menjelaskan bahwa 147 orang dimonitor dan dipantau karena mereka menunjukkan gejala awal kontraksi COVID-19 dan melakukan perjalanan ke negara yang terkena penyakit tersebut.

115 orang yang dipantau adalah orang-orang yang memiliki gejala ringan, seperti flu, batuk dan demam, dan memiliki riwayat bepergian ke negara yang terinfeksi.

Pemantauan dilakukan dengan rawat inap atau isolasi di rumah. Pemantauan dilakukan selama 14 hari atau sampai gejalanya pulih. “Jika orang yang gejalanya lebih parah dalam arti ada gambaran peradangan di paru-paru, inilah yang disebut orang pengawasan,” kata Dwi.

Pengawasan, lanjut Dwi, dilakukan dengan perawatan rumah sakit di rumah sakit rujukan. Setelah diawasi dan diserahkan ke ujian laboratorium, mereka dinyatakan tidak terinfeksi oleh mahkota. Sejauh ini, Dwi mengatakan bahwa belum ada yang menyewa mahkota di Jakarta. “Pengawasan sebenarnya tentang orang-orang yang sakit di rumah sakit rujukan. Tetapi yang harus menjadi poin utama adalah bahwa semua hasil laboratorium negatif oleh mahkota,” katanya.

berita

Pertimbangan polisi soal penahanan pelaku yang menabrak seorang wanita hamil

Unit Transit Kepolisian Metro Jakarta Barat menangguhkan penahanan seorang pengemudi Toyota Rush, yang menabrak seorang wanita hamil di Palmerah hingga meninggal. Tersangka Firda M, yang dikenal sebagai FMS, telah ditahan sejak Minggu 23 Februari 2020 kemarin. Gaya hidup sehat

Polisi lalu lintas kereta bawah tanah Kasat Barat di Jakarta, AKBP Hari Atmoko, mengatakan polisi telah mengabulkan permintaan penangguhan penahanan dari keluarga tersangka.

Pertimbangannya, menurut polisi, wanita hamil yang terkena di Palmerah tidak akan melarikan diri karena ada penjamin. Polisi juga menganggap kemanusiaan.

Day menjelaskan, tersangka adalah seorang ibu yang memiliki tiga anak. “Penjahat ini memiliki tiga anak muda,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

Dia mengatakan bahwa tersangka juga bertindak dengan itikad baik dengan korban dan keluarganya, mencakup semua biaya rumah sakit dan pemakaman.

Ketika kecelakaan itu terjadi, pelaku langsung membawa korban ke rumah sakit Bakti Mulia, Slipi, sebelah barat Jakarta.

“Aktor ini juga meminta maaf kepada keluarga korban dan bertanggung jawab penuh atas segala hal, mulai dari biaya rumah sakit hingga pemakaman,” katanya tentang penangguhan penahanan wanita hamil di Palmera.

Oleh karena itu, penahanan tersangka telah ditangguhkan sejak Kamis 27 Februari 2020. Namun, tersangka harus mengambil kewajiban untuk melaporkan polisi.

“Tersangka masih dikenakan kewajiban pelaporan,” katanya.

Kecelakaan itu terjadi pada Sabtu 22 Februari 2020. FMS bertabrakan dengan suami-istri di Madat Jalan Palmerah Utara IV, RT 13 RW 06, Palmerah, Jakarta Barat.

Pada saat itu, korban dengan inisial ER mendekati suaminya dengan CEO awal, duduk di atas sepeda motor. Sementara itu, mobil Toyota Rush yang digerakkan oleh penyerang berada tepat di belakang suami korban.